KANAL-X.COM Jakarta – Menjelang usia satu abad organisasi pada 2028, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) meluncurkan sejumlah gerakan strategis nasional yang menggabungkan pelestarian pangan lokal, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, hingga penguatan koperasi.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah komitmen Kowani untuk mengawal pengusulan tempe Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO.
Bagi Kowani, tempe tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan gizi, tetapi juga menyimpan pengetahuan tradisional serta kearifan lokal yang telah berkembang dan diwariskan di tengah masyarakat Indonesia.
Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto menegaskan, berbagai program yang diluncurkan Kowani diarahkan untuk membangun gerakan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hari ini Kowani meluncurkan empat gerakan strategis nasional yang saling terintegrasi sebagai fondasi memasuki abad kedua perjuangan perempuan Indonesia. Kami ingin membangun sistem, model, dan bukti keberhasilan yang konkret,” ujar Nannie dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).
Ia menjelaskan, penguatan pangan lokal menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan pangan nasional. Dalam konteks tersebut, tempe dinilai memiliki posisi strategis karena telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas bernilai tambah.
Kowani akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi, kampanye konsumsi pangan lokal, pengembangan kewirausahaan, serta pemberdayaan perempuan yang bergerak di sektor pangan dan UMKM.
Agenda tersebut turut diperkuat melalui Seminar Nasional Penguatan Ketahanan Pangan Nasional. Dalam kesempatan itu, Kowani memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh lintas sektor, yakni Haryadi B. Sukamdani selaku Ketua Umum BPP PHRI, Hardinsyah selaku Ketua Umum Forum Tempe Indonesia, Fathurrahman Mahfudz selaku Ketua Umum PB STII, Widiastuti selaku Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, serta Atiek Sarjana selaku Ketua I Kowani.
Tidak berhenti pada sektor pangan, Kowani juga menyiapkan generasi perempuan yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk menjawab tantangan masa depan.
Melalui “Gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi”, Kowani mendorong peningkatan keterampilan perempuan di berbagai sektor profesi.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari visi Kowani dalam memperkuat kepemimpinan perempuan sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.
Dengan pendekatan yang mengintegrasikan budaya, pangan, ekonomi dan pemberdayaan perempuan, Kowani berharap gerakan menuju satu abad organisasi dapat meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi perempuan Indonesia berikutnya.












