BeritaHukum & Kriminal

Harry Amiruddin Ketua Yayasan FORKAM Soroti Kinerja Raffi Ahmad, Minta Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi

×

Harry Amiruddin Ketua Yayasan FORKAM Soroti Kinerja Raffi Ahmad, Minta Presiden Prabowo Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini
PIKIRANMERDEKANEWS.COM, JAKARTA – Kinerja Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni kembali menjadi sorotan. Berbagai kritik yang muncul dari kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan serius bagi Presiden Prabowo Subianto dalam mengevaluasi efektivitas jabatan tersebut.

Ketua Yayasan FORKAM, Harry Amiruddin, menilai kritik terhadap Raffi Ahmad tidak semestinya hanya dikaitkan dengan polemik yang terjadi saat Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).

Menurut Harry, munculnya berbagai protes tersebut perlu dilihat sebagai bentuk aspirasi sekaligus kekecewaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Utusan Khusus Presiden di bidang pembinaan generasi muda.

Ia menilai, jabatan yang diberikan Presiden kepada Raffi Ahmad seharusnya mampu menghasilkan program nyata, terukur, dan berkelanjutan untuk mendorong kemajuan generasi muda Indonesia.

Harry juga menyoroti pentingnya membedakan kegiatan yang bersifat seremonial dengan program kerja yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, seorang Utusan Khusus Presiden harus mampu menunjukkan kontribusi konkret sesuai bidang tugas yang dipercayakan kepadanya.

Sejumlah polemik yang pernah menjadi perhatian publik, mulai dari persoalan kendaraan berpelat RI 36, isu yang menyeret namanya dalam pemberitaan Bea Cukai, polemik LHKPN, hingga berbagai kontroversi lainnya, menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja dan citra pejabat publik.

Harry menegaskan bahwa Presiden Prabowo tentu memiliki tujuan strategis ketika menunjuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Posisi tersebut semestinya menjadi instrumen untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar jabatan yang terlihat aktif dalam berbagai kegiatan.

Ia berpandangan, pembinaan generasi muda membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, kapasitas, jaringan, serta kemampuan menyusun program yang dapat dirasakan langsung oleh kalangan pemuda.

Terlebih, Indonesia tengah mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembangunan karakter, kompetensi, kreativitas, dan daya saing generasi muda harus menjadi prioritas.

Harry Amiruddin berharap Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas Raffi Ahmad. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan apakah program dan aktivitas yang dijalankan sudah sesuai dengan tujuan pembentukan jabatan Utusan Khusus Presiden.

Menurutnya, apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja yang bersangkutan belum memenuhi harapan, Presiden perlu mempertimbangkan langkah penyegaran, termasuk menggantinya dengan figur yang memiliki kapasitas dan komitmen kuat dalam membangun generasi muda Indonesia.

“Jangan sampai jabatan strategis yang seharusnya menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 justru tidak memberikan dampak nyata. Yang dibutuhkan sekarang adalah program konkret, bukan sekadar kegiatan seremonial,” demikian pandangan Harry Amiruddin, Ketua Yayasan FORKAM.

Ia berharap pemerintah benar-benar menempatkan pembinaan generasi muda sebagai agenda prioritas nasional, dengan menghadirkan sosok yang mampu bekerja, membangun kolaborasi, serta menghasilkan program yang terukur dan berkelanjutan.

(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *