BeritaEkonomi Dan Bisnis

Adapundi dan Kredinesia Bekali Pelaku Usaha Mikro dengan Literasi Keuangan untuk Bisnis Berkelanjutan

×

Adapundi dan Kredinesia Bekali Pelaku Usaha Mikro dengan Literasi Keuangan untuk Bisnis Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

PIKIRANMERDEKANEWS.COM, SURAKARTA, 23 Oktober 2026 — Mengembangkan usaha tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan, tetapi juga membutuhkan kemampuan mengelola keuangan, memahami risiko, dan mengambil keputusan bisnis secara tepat. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertema “UMKM Naik Kelas: Bertumbuh dengan Pedoman dan Finansial Teknologi” yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, dengan melibatkan para pelaku usaha mikro.

Kegiatan ini menghadirkan Gita, Legal Manager PT Info Tekno Siaga, serta Suardi, Internal Audit PT Kreditku Teknologi Indonesia. Keduanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas layanan keuangan, pengelolaan arus kas usaha, dan pemanfaatan teknologi finansial secara bijak untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61%, sedangkan indeks literasi keuangan tercatat sebesar 69,57%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan masyarakat perkotaan mencapai 95,47%.

Data tersebut menunjukkan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta kewajiban yang menyertainya.

Di Jawa Tengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung perekonomian daerah. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah melalui portal Satu Data secara berkala menyajikan informasi mengenai UMKM binaan berdasarkan wilayah, skala usaha, omzet, aset, hingga akses pembiayaan.

Ketersediaan data tersebut turut menegaskan pentingnya dukungan terhadap pelaku UMKM. Selain memperluas akses permodalan, penguatan kapasitas dalam mengelola keuangan dan menjalankan usaha juga diperlukan agar bisnis dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Gita, Legal Manager Adapundi, menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek hukum dan ketentuan dalam menggunakan layanan keuangan digital.

“Kami berharap pelaku usaha mikro semakin memahami hak dan kewajibannya saat menggunakan layanan keuangan digital. Dengan mengenali aspek legalitas dan ketentuan layanan, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan pembiayaan secara lebih aman dan sesuai kebutuhan usahanya,” ujar Gita.

Sementara itu, Suardi, Internal Audit Kredinesia, menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan yang tertib merupakan salah satu fondasi penting bagi UMKM yang ingin mengembangkan skala usahanya.

Menurutnya, pelaku usaha perlu membiasakan diri mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha, serta menghitung kemampuan pembayaran sebelum memutuskan untuk mengambil pembiayaan.

“UMKM yang ingin naik kelas perlu membangun kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha, serta menghitung kemampuan membayar sebelum mengambil pembiayaan. Harapannya, edukasi ini menjadi langkah nyata untuk membangun usaha yang lebih sehat, tertata, dan berkelanjutan,” kata Suardi.

Melalui kegiatan literasi dan edukasi keuangan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin, memahami risiko pembiayaan digital, serta memanfaatkan layanan finansial sesuai kebutuhan produktif usaha.

Upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan akses modal. Kemampuan mengelola keuangan, memahami ketentuan layanan, dan mengambil keputusan bisnis secara bertanggung jawab juga menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang lebih kuat.

Dengan pemahaman keuangan yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan bisnis secara terencana, meningkatkan daya saing, dan menjaga keberlanjutan usaha di tengah perkembangan teknologi finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *