PIKIRANMERDEKANEWS.COM, JAKARTA, 26 Agustus 2026 – Gelaran The 4th International & Indonesia Carbon Capture and Storage (IICCS) Forum 2026 yang berlangsung di Hotel Mulia Jakarta menjadi momentum krusial bagi akselerasi dekarbonisasi dan percepatan transisi energi di Indonesia.
Forum ini tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah dalam penguatan regulasi iklim, tetapi juga menampilkan aksi nyata pengelolaan sampah berbasis digital dan ekonomi sirkular.
Dalam agenda Booth Tour IICCS Forum 2026, jajaran pejabat tinggi dan delegasi VIP hadir melakukan peninjauan langsung, di antaranya:
1. Ibu Dr. Belladonna Troxylon Maulianda selaku Direktur Eksekutif Indonesia CCS Center (ICCSC)
2. Bapak Ir. Mohammad Jumhur Hidayat selaku Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia
3. Bapak Dr. Eddy Soeparno selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI)
Kunjungan VIP ini sejalan dengan dorongan kuat dari pimpinan MPR RI terkait penyempurnaan landasan hukum dekarbonisasi nasional. Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, menegaskan bahwa penuntasan Rancangan Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) menjadi prioritas strategis untuk memperkuat aturan penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di Indonesia.
Penguatan aturan CCS dalam RUU Migas dinilai sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, mendorong investasi hijau, serta memastikan target Net Zero Emission Indonesia dapat terwujud secara terukur dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, para VIP melakukan journey penyetoran sampah botol plastik melalui Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay yang dihadirkan di lokasi acara.
Momen ini menegaskan bahwa strategi dekarbonisasi nasional mencakup aksi holistik: dari teknologi karbon industri skala besar hingga pemilahan sampah digital berbasis partisipasi publik.
Sistem digital RVM Plasticpay memungkinkan masyarakat yang memilah sampah botol plastik memperoleh point reward yang dapat dikonversi langsung menjadi saldo rekening bank maupun akun e-wallet. Langkah ini mengubah aktivitas memilah sampah menjadi hal yang bernilai ekonomi langsung bagi warga, Ujar Imam Pesuwaryantoro selaku Strategic Communication, Plasticpay












