PIKIRANMERDEKANEWS.COM, Jakarta — Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan ekonomi. Prof. Dr. Nandan Limakrisna mendorong kampus memperkuat hubungan dengan industri, UMKM, dan pemerintah agar pendidikan menghasilkan manfaat yang lebih nyata.
Menurut Prof. Nandan, meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi harus diimbangi dengan strategi yang mampu membuka lebih banyak peluang kerja dan usaha. Karena itu, mahasiswa sejak masa studi perlu diperkenalkan dengan persoalan nyata yang ada di dunia kerja dan dunia usaha.
Kurikulum, menurutnya, perlu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masa depan. Kampus tidak cukup hanya menentukan mata kuliah berdasarkan kebiasaan akademik, tetapi harus mengetahui kompetensi yang dibutuhkan industri, UMKM, pemerintah, dan masyarakat dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Kerja sama dengan mitra juga perlu diwujudkan dalam bentuk nyata. Industri dapat memberikan pengalaman melalui magang dan proyek, UMKM dapat menjadi tempat mahasiswa belajar mengembangkan bisnis, sedangkan pemerintah dapat memberikan dukungan berupa regulasi, pembiayaan, sertifikasi, maupun akses pasar.
Selain menghasilkan tenaga profesional, perguruan tinggi juga perlu mencetak lulusan yang mampu membangun usaha.
“Tidak semua lulusan harus menjadi pegawai. Sebagian harus mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” kata Prof. Nandan.
Ia juga menekankan pentingnya peran dosen yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga mentor, konsultan, peneliti, dan pemecah persoalan. Di saat yang sama, praktisi industri perlu lebih banyak terlibat dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, hasil penelitian kampus pun harus diarahkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat. Riset tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk, teknologi, jasa, kebijakan, maupun model bisnis.
Dengan pola tersebut, perguruan tinggi dapat berkembang menjadi pusat inovasi sekaligus penggerak ekonomi di daerah.












